Saturday, October 29, 2011

Tajam Hujanku

should I cry?




Tajam hujanku,

Kini sudah terlanjur mencintaimu
Payung terbuka dan bergoyangan ditangan kananku
Air yang menetes dari pinggir pelupuk payung
Jatuh ke tanah hati, terinjak sepatu rindu

Uap air berembun dikaca jendela hatimu
Kau relakan kekalahan titik-titik cinta kita
Seketika hujan deras dari langit-langit mataku,
tak terbendung
Kedalam kawah luka, tersandung.

"Mungkin belum saatnya, atau mungkin tidak saat ini", kataku dalam hati
Jika benar kau takdirku
Tangan Tuhan takkan jauh dari kita.

Mencintaimu, ialah kendaraan yang akan selalu kugunakan
Sesambil menunggu hari bahagia kita.

No comments:

Post a Comment