![]() |
| we had ever been there before |
Telah kudirikan sebuah kota
di setapak bukit berbatu
tepat dijantungku
Kugantung matahari dari pecahan senyummu,
hanya agar siang tak terlalu cepat membeku
Jika malam tiba,
kutempatkan bintang-bintang yang berjatuhan
dari air matamu
Tak lupa kutiupkan mimpi
sebagai apa yang menyelimuti kota-kotaku
Engkau ialah apa yang selalu berkegiatan,
di kepala dan dadaku
Apa yang berlalu-lalang, berbising-asing,
bertubruk-tabrakan di ingatanku
Rindu adalah penduduknya
dan kenangan tentangmu adalah jalan-jalannya
Kutempatkan pepohonan senyummu
di kanan dan kiri kota
sebagai tempatku berteduh
dari panasnya cemburu
Hanya agar mereka tak merasakan hal yang sama,
ketika segala perasaan kita tertunda
Kau bisa melihatnya dari kejauhan
Kau bisa melihatnya
Aku akan selalu mencintaimu, sayang.

No comments:
Post a Comment