Wednesday, November 30, 2011

Kau Bisa

we had ever been there before




Telah kudirikan sebuah kota
di setapak bukit berbatu
tepat dijantungku

Kugantung matahari dari pecahan senyummu,
hanya agar siang tak terlalu cepat membeku

Jika malam tiba,
kutempatkan bintang-bintang yang berjatuhan
dari air matamu

Tak lupa kutiupkan mimpi
sebagai apa yang menyelimuti kota-kotaku

Engkau ialah apa yang selalu berkegiatan,
di kepala dan dadaku

Apa yang berlalu-lalang, berbising-asing,
bertubruk-tabrakan di ingatanku

Rindu adalah penduduknya
dan kenangan tentangmu adalah jalan-jalannya

Kutempatkan pepohonan senyummu
di kanan dan kiri kota
sebagai tempatku berteduh
dari panasnya cemburu

Hanya agar mereka tak merasakan hal yang sama,
ketika segala perasaan kita tertunda

Kau bisa melihatnya dari kejauhan
Kau bisa melihatnya

Aku akan selalu mencintaimu, sayang.

No comments:

Post a Comment