 |
| a pieces of love |
|
|
Telah selesai kutulis secarik resep rahasia.
Tiada mengetahuinya selain aku dan Tuhanku.
Aku ingin membuat hidanganku bersamamu.
Mula-mula kusiapkan bahan-bahan.
Kamu, aku dan beberapa bahan tambahan lain seperti cinta, rindu, cemburu, dan lain sebagainya.
Kupotong-potong semua yang mengganggu hubungan kita.
Sementara kamu menghaluskan bumbu-bumbu cinta.
Kunyalakan api cemburu yang besar sebagai bahan bakar,
setelah melihatmu dengannya dibalik bilik hatimu.
Ah, hati-hati. Sudah kubilang bilah-bilah kata pisauku memang tajam.
Maafkan aku membuat hatimu terajam.
Kulanjutkan menumis bumbu cinta yang kau haluskan tadi,
hingga terhirup aroma harum sampai ubun-ubun hidung.
Membuat tetangga iri melihat lelaku kita yang semakin diaduk kemesraan.
Sebab ku tak ingin kau kedinginan,
ku tambahkan dekap pelukku,
agar masakan kita tetap hangat,
walau ditiup sikap dinginmu.
Tak lupa ku tambahkan segenggam mimpi,
agar apa yang kelak terjadi,
kita dapat merasakannya dengan anak-cucu kita.
Kutuang segelas air hujan dari bola matamu sebagai penguat rasa.
Dan aku sadar, tiada cerita yang sempurna. Seperti halnya mimpi dan kenyataan.
Kukecilkan api cemburu, hanya agar kaldu air matamu tak cepat menggumpal, tak gempar.
Ku olah hubungan kita hingga benar-benar masak.
Sesambil mengecap rasa, ku aduk, lalu kukecup kening dan dua potong bibirmu yang ranum.
Rasanya manis layaknya senyummu, gurih seperti tuturmu, terasa asin air matamu.
Tetiba kurasa pahit di lidah hati.
Ah, ini pasti ulah cemburu yang terlalu besar, batinku.
Selanjutnya kumasukkan irisan senyummu,
agar lebih manis dan tetap tinggal di dinding ingatan
jika engkau ingin mendahuluiku dalam urusan kematian.
Tak lupa kutiupkan doa, sebagai apa yang menyelimuti hati.
Hanya karena ku tak ingin yang asing berbuat iseng pada masakanku,
Yang membuatnya usang.
Kutuang hubungan kita kedalam pinggan
Ah, sebentar. aku dapat merasakan, betapa bahagianya aku saat itu.
Telah kusiapkan sebatang rindu sebagai garnishnya
Dan jika masakanku telah matang, kusajikan masakanku kepada orangtuaku
Tak lupa kubagi setengah porsinya untuk kubawa kedepan pintu keluargamu.
Dan kepada jendela tetangga kita, kuberi mereka lezatnya aroma kebahagiaan
Yang keluar dari bilik wajan.
Maukah kau temani aku makan malam dengan masakanku?
Aku hanya ingin rasakan lezatnya masadepan, denganmu.
Aku mencintaimu.